Mengenal 3 Istilah Yang Sering Muncul di Sampul Kitab Kuning
Di sini kita akan menjelaskannya secara singkat sebagai perkenalan bagi jamaah dan santri serta pemerhati kitab kuning tentang tiga istilah tersebut.
Pertama: Takhrij adalah catatan pinggir
atau catatan kaki yang diberikan oleh peneliti atau penerbit terkait
penelusuran hadis dan status kualitas periwayatannya. Sehingga pembaca bisa
mengetahui hadis tersebut bisa didapati di kitab apa, apakah ia sahih, atau dha’if.
Tentu ini sangat membantu, sehingga pembaca tidak perlu lagi menelusuri dan
mencari tahu kualitasnya, cukup hanya dengan membaca catatan kaki yang
termaktub saja. Kita akan mendapatkan informasi tentang hadis-hadis tersebut:
1) di kitab apa, dalam bab apa, bahkan cukup sering pen-takhrij
mencantumkan nomor hadisnya, 2) keterangan kualitas periwayatan hadis tersebut;
sahih, hasan, dhaif, bahkan maudhu’, dan terkadang juga
dicantumkan penyebab ke-dha’if-an dan ke-maudhu’-annya.
Kedua: Ta’liq atau komentar adalah catatan
yang diberikan oleh perorangan atau tim penerbit untuk memudahkan para pembaca
dalam memahami kosa kata yang rumit, definisi istilah, biografi tokoh, penjelasan
tambahan berupa: perbedaan pendapat para ulama, penjelasan dari sisi
pendalilan, bahkan terkadang juga dijumpai ta’liq yang mengkritisi isi
kitab.
Sedangkan yang terakhir: tahqiq adalah
hasil penelitian terhadap suatu kitab. Tahqiq ini adalah upaya untuk
memastikan suatu naskah kitab itu memang benar dan telah sesuai dengan bentuk
asli dari sang mushannif (penulisnya). Dalam tahqiq ini seorang muhaqqiq
(sebutan untuk peneliti naskah) akan berupaya memastikan setidaknya empat hal:
1) judul kitab, 2) biografi penulis kitab, 3) penyandaran kitab tersebut kepada
penulis, dan 4) memastikan matan atau isi kitab.
Dalam memastikan isi kitab ini seorang muhaqqiq
akan membandingkan dan menyandingkannya dengan beberapa naskah, baik yang sudah
terbit maupun yang masih berbentuk manuskrip.
Dan untuk poin keempat ini (tahqiq) isi,
peneliti bukan hanya mencantumkan hasil perbandingan naskah saja, akan tetapi
juga menambahkan catatan kaki yang berisi komentar (ta’liq) dan takhrij.
Ahmad Farid Wajdi, MA.
Mujiz Majelis Ilmu Ash-Shofy

Komentar
Posting Komentar