Raih Pahala Puasa Setahun Penuh dengan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal
Setelah sebulan penuh kita menjalankan ibadah puasa Ramadhan, kini kita memasuki bulan Syawal.
Ada satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan luar biasa? Amalan tersebut adalah Puasa Sunnah enam hari di bulan Syawal.
Landasan utama dari anjuran puasa ini adalah sabda Rasulullah SAW yang sangat terkenal:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّال كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian mengiringinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah dia berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim: 204(1164), Ibnu Majah: 1716)
Mengapa pahalanya sama dengan setahun?
Hitungan gampangnya seperti ini:
Puasa Syawal 6 hari x 10 = 60 hari = 2 bulan
Jumlah 10 + 2 = 12 bulan.
Perhitungan ini berdasarkan hadis:
مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا
“Barangsiapa yang berpuasa 6 hari setelah Idul Fitri, maka seperti berpuasa setahun penuh. Barangsiapa mengerjakan satu kebaikan, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat.” (HR. Ibnu Majah: 1715.)
Puasa ini dilakukan selama enam hari di bulan Syawal. Waktu paling utama atau afdhal adalah dimulai sehari setelah Idul Fitri (tanggal 2 Syawal), namun diperbolehkan melakukannya di tanggal berapa pun selama masih dalam bulan Syawal.
Puasa Syawal bisa dilakukan secara berturut-turut maupun terpisah-pisah di sepanjang bulan Syawal.
Untuk niat puasa, kita cukup berniat di dalam hati untuk menjalankan puasa sunnah Syawal karena Allah SWT.
Kalau kita memiliki hutang puasa Ramadhan, sebaiknya kita lunasi dulu sebelum menjalankan puasa sunnah Syawal agar mendapatkan kesempurnaan pahala "setahun penuh" sesuai redaksi hadis di atas.
Selain pahala, puasa Syawal memiliki makna mendalam:
Pertama: Sebagai bentuk syukur karena telah berhasil melewati ujian di bulan Ramadhan.
Kedua: Ibarat shalat sunnah rawatib yang melengkapi shalat fardhu, puasa Syawal menjadi pelengkap bagi puasa Ramadhan kita.
Ketiga: Keistikomahan dalam beribadah yang menjaga agar semangat ibadah kita tidak langsung kendor setelah Ramadhan berlalu.
Pada akhirnya, jangan biarkan momentum bulan Syawal berlalu begitu saja. Dengan menyisihkan waktu hanya enam hari, kita bisa menggenapkan pahala kita menjadi setahun penuh. Mari kita kuatkan tekad untuk mengamalkan sunnah ini.
Selamat menjalankan ibadah puasa Syawal! Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua.
Mujiz Majelis Ilmu Ash-Shofy
Komentar
Posting Komentar